Ilegal Monitoring

LAPORAN
KRONOLOGIS TIM MONITORING ILEGAL
Oleh : Bakran Kolosoi
Empowerment Consultant Kwandang Sub District.

Pada hari selasa tanggal 10 februari 2009, Tim pengelola Kegiatan (TPK) desa Tanjung Karang kedatangan tamu, yang mengaku sebagai Tim monitoring pusat Jakarta, atas nama H. Atbibi T.P dan Yantje Lauti ( Berdasarkan Buku Tamu Kantor Desa Tanjung Karang) kemudian melakukan pemeriksaan pembukuan / administrasi TPK. Tanpa berbasa basi Pengurus TPK pun langsung menyiapkan berkas yang diminta oleh orang teresbut, kemudian orang tersebut tersebut berkata kami dari tim pusat yang ditugaskan untuk memonitoring pelaksanaan kegiatan PNPM dan setelah monitoring ini selesai kami langsung akan melaporkan hasil monitoring ini ke Jakarta. Kemudian Tim tersebut menanyakan hal- hal sebagai berikut :

  • Tolong siapkan administrasi dan pembukuannya!
  • Berapa total dana PNPM yang masuk di desa Tanjung Karang ?
  • Sudah sampai dimana tahapan pelaksanaan program PNPM di desa ini? Dan mana adminitrasi pelaksanaan LPJ?
  • Apakah pembanguna sekolah ini mendapatkan alokasi dana DAK?
  • Tolong dihubungi kepala sekolah SDN 2 Tanjung karang untuk kami mintai informasi lebih lanjut!

Setelah puas dengan ajuan pertanyaan kamudian tim tersebut meminta salinan/ copian administrasi TPK untuk dibawa ke jakarta, akan tetapi karena alasan bahwa TPK tidak punya salinan administrasi maka tim tersebut hanya mencatat total dana RPD tahap I, LPD tahap I dan RPD tahap II.

Kemudian Tim tersebut berbicara dengan kepala sekolah SDN 2 Tanjung Karang melalui via telepon mempertanyakan kepastian bahwa SDN 2 Tanjung karang tidak mendapatkan alokasi dana DAK, Tim tersebut kemudian meminta nama dan alamat dari kepala sekolah SDN 2 Tanjung Karang dengan maksud akan mengunjunginya untuk berbicara langsung, akan tetapi Kepala sekolah menolak menyebutkan nama dan alamat karena merasa curiga dengan orang- orang tersebut, pikirnya bahwa apabila monitoring ini resmi pasti kepala sekolah mendapatkan pemberitahuan dari Diknas Kabupaten Gorontalo Utara. Setelah merasa tidak berhasil meminta nama dan alamat kepala sekolah, kemudian tim tersebut menjanjikan kepada kepala sekolah bahwa sekolah tersebut akan diberikan alokasi dana DAK tetapi tidak berhasil juga kemudian mereka memberikan alamat tempat mereka bekerja D/a Jl. Gatot Soebroto KAV 32 : 34 Office Tower Lantai 17 Room 1702 Jakarta.

2 Comments

  1. piu_p2dtk, jakarta said,

    February 25, 2009 at 1:47 pm

    kepada yth. tim pengelola pro p2dtk sulteng

    untuk kedepan hal-hal spt ini kemungkinannya akan semakin sering terjadi, oleh karena itu jangan merasa khawatir atau sampai takut utk menghadapinya.

    mengapa demikian sebab prog kita ini adalah sifatnya pemberdayaan masyarakat jadi sangat terbuka sekali utk diketahui oleh masyarakat dan kita tidak bisa menyetop kalau masyarakat ingin ikut melakukan pemantauan/ pengawsan ( kontrol oleh masyarakat memang diharapkan ) spy program ini bisa mencapai sasarannya.

    yang terpenting kita sbg pengelola harus pandai-pandai menghadapi hal-hal spt ini yg istilah anda sbg ilegal monitoring ( meskipun istilah ini mungkin tdk benar, krn ada hak masy utk ikut memonitor )

    sebagaimana kebijakan kita selaku [pengelola prog p2dtk utk th 2009
    adalah sbb;

    1. Tahun 2009 adalah tahun kualitas
    utk memcapainya perlu dilakukan hal-hal sbb;

    a. meningkatkan nilai tambah bagi seluruh stakeholders p2dtk
    b. menerapkan good governance/ tata kelola yang baik
    ( rasa keadilan, trasnparan, akuntable dan responsibel )

    sepanjang kita bisa menerapkan hal-hal ini kita tdk perlu takut thd sgl macam monitoring/pengawasan yang dilakukan oleh siapa saja dari mabna saja.

    selamat bekerja dengan baik, terimakasih

    sek. piu p2dtk

  2. Linda said,

    February 26, 2009 at 11:35 am

    Kepada: Konsultan P2DTK di Sulteng.

    Saya ingin melihat fenomena ini dalam sisi positive.

    Pertama; dengan pengalaman ini semua pengelola P2DTK harus lebih cermat dan bertanggung jawab dalam mengelola program, karena siapa saja akan melihat kinerja kita.

    Kedua; Semakin banyak pihak yang mengenal dan ingin tahu lebih jauh tentang accountability dari program ini.

    Sebagai sharing pengalaman, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

    1) Apabila ada pihak yang akan meminta dokumen program, jangan pernah diberikan yang asli (ada pengalaman dari program sejenis, bahkan pemeriksa dari lembaga resmi yang meminjam dokumen program dan lupa mengembalikan, sehingga program kehilangan dokumen tersebut)

    2) Meskipun pada prinsipnya semua orang boleh melihat/memeriksa dokumen program– akan lebih baik kalau temen-temen meminta surat tugas atau setidaknya melakukan konfirmasi ke Jakarta; PIU/NMC jika pengunjung berasal dari jakarta.

    3) Jika pengunjung menyatakan ada masalah dan akan melakukan penyelesaian ditempat –jangan melakukan tindakan apapun sebelum konfirmasi ke supervisor anda.

    Demikian,
    selamat bekerja dan sukses!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: