DESKRIPSI PROSES PENANGANAN DAN PENYELESAIAN MASALAH

DESKRIPSI PROSES PENANGANAN DAN PENYELESAIAN MASALAH

PNPM-DTK BULAN JUNI 2009

Dibawah ini, dapat kami sajikan kemajuan kegiatan yang telah dilaksanakan dan permasalahan-permasalahannya, baik yang sudah mendapatkan penanganan sampai selesai maupun masalah yang masih dalam proses penanganan, dan disajikan berdasarkan perwilayah kabupaten sasaran program PNPM DTK Sulawesi Tengah.

.

1. Kab. Banggai

Pada bulan Juni ’09, progres pelaksanaan kegiatan Fisik maupun Non Fisik khususnya ditingkat Kecamatan dari 6 kecamatan sasaran program, pelaksanaannya telah mencapai 100 %.

Untuk kegiatan di kabupaten, kegiatan UPKD pendidikan dan UPKD kesehatan telah selesai 100%, sedangkan untuk UPKD infrastruktur proses kegiatan yang sudah dicapai 95,19 %.

Pelaksanan kegiatan siklus 3 ditingkat kecamatan yakni telah melaksanakan pelatihan kajian teknis dan proses kegiatan kajian teknis sementara berjalan. Pelaksanaan kegiatan siklus 3 ini terhambat karena pencairan dana DOK yang lambat diproses oleh Pejabat Pembuat SPM dan belum diterbitkannya SK Tim Koordinasi dan PP-Kom kecamatan dan juga RAB DOK harus diperiksa dahulu oleh satker.

Selanjutnya, menyangkut permasalahan yang munculnya berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan dilapangan, adapun status dari proses penanganan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Untuk kategori permasalahan implementasi di kabupaten Banggai yaitu terjadi di desa Tikupon kec. Luwuk Timur tentang mantan FD yang mengeluhkan bahwa pergantian FD tanpa sepengetahuannya dan kades telah memilih FD yang baru. Penanganan masalah tersebut telah selesai, yang mana hal tersebut telah dikoordinasikan dengan kades, menurutnya selama ini mantan FD dalam melaksanakan kegiatan di desa tidak ada koordinasi dengan pemerintah desa. Dan untuk pergantian itu telah dilaksanakan musyawarah pemilihan FD baru yang disertai dengan berita acara dan daftar hadir.

Di Kec. Masama bahwa Proses pengajuan pencairan DOK 2009 yang dilakukan oleh satker (pembuat SPM) berbelit-belit serta sudah tidak sesuai dengan mekanisme program dan ada indikasi sengaja memperlambat proses. Penanganan permasalahan ini sedang diupayakan dikoordinasikan dengan TK kecamatan dan KM Kab untuk ditindaklanjuti kepada Tim Koorsdinasi kabupaten dan satker (pembuat SPM) agar secepatnya melakukan proses pengajuan pencairan.

Di Kec. Bualemo masalah yang terjadi adalah Bendahara UPK minta agar insentifnya dibayarkan untuk bulan mei karena menurutnya pada bulan mei masih aktif bekerja tetapi dari ketua UPK tidak membayarkan insentif tersebut. Terkait dengan itu penanganan yang dilakukan yaitu telah diadakan koordinasi dengan ketua UPK untuk pembayaran hak mantan FD tetapi sampai dengan bulan ini belum ada penyelesaiannya juga, dan atau ketua UPK belum membayarkan insentif bendahara bulan mei tersebut. Untuk sementara diupayakan dilakukan mediasi dikedua belah pihak.

Selanjutnya masalah yang menyangkut manajemen antara lain yaitu terjadi di kab. Banggai yaitu tentang SK Tim Koordinasi kec dan PPK kecamatan belum diterbitkan. Dalam hal ini penanganan yang dilakukan yakni sedang diupayakan dikoordinasikan dalam hal ini Satker diminta segera mengkoordinasikannya kepada Bupati agar dapat segera diterbitkan SK Tim Koordinasi dan PPK kec tersebut. Masalah lain di kabupaten yaitu pencairan dana DOK kecamatan 2009 siklus 3 belum dilakukan, disebabkan karena pihak pejabat SPM dan PP-Kom masih berbelit-belit untuk proses pencairannya serta dengan dalih RAB DOK harus diperiksa dan buku kas harus diverifikasi dahulu. Berkenaan dengan itu penanganannya bahwa sedang diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku terkait dan diminta pihak Pejabat Pembuat SPM tidak mempersulit proses pencairan dana DOK kec dan segera mengurus pencairannya, dan diminta juga tidak jauh mengurus RAB DOK kec karena diutamakan secepatnya pejncairan dana. Dan masalah lainnya yaitu Modul Tim Pemeliharaan kegiatan belum ada sehingga pelatihan belum dilaksanakan. Dalam penanganan masalah ini sedang dikoordinasikan dengan pihak KM Prov dan KM Nas agar modul yang dimaksud segera disampaikan kelapangan.

Permasalahan manajemen yang terjadi dikecamatan yaitu di Kec. Masama tentang pelaksanaan kegiatan TKT terhenti karena pendanaan sudah habis. Penanganan yang dilakukan yaitu sedang diupayakan dikoordinasikan dengan TK kecamatan dan KM Kab untuk ditindaklanjuti dan dikoordinasikan pula kepada satker (pembuat SPM) agar secepatnya dilakukan proses pengajuan pencairannya.

Kemudian di Kec. Bualemo masalah tentang Bendahara UPK telah mengundurkan. Untuk penanganan yang dilakukan yaitu telah dilaksanakan rapat koordinasi mengenai mundurnya bendahara UPK dan telah memilih sekretaris UPK sebagai penggantinya. Disepakati dalam forum juga bahwa ketua UPK diberikan kewenangan untuk menyeleksi calon pengganti sekretaris karena masih susahnya mendapatkan calon pengganti. Sejalan dengan itu pula permasalahan yang muncul adalah Sekretaris UPK kosong karena terpilih sebagai pengganti bendahara UPK. Untuk itu sedang diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku yang terkait serta ketua UPK dan diupayakan untuk segera melakukan proses musyawarah pergantian sekretaris.

2. Kab. Tojo Una-Una

Pelaksanaan kegiatan-kegiatan dilapangan sampai bulan Juni ’09 dapat diuraikan seperti dibawah ini:

Bahwa kegiatan tahap perencanaan disiklus 3, baik kecamatan Ampana Kota maupun kec. Togean sekarang dalam proses Tim Kajian Teknis untuk perumusan usulan dan verifikasi kabupaten.

Sedangkan untuk tingkat kabupaten siklus 3 saat ini sementara dalam tahap perekrutan Tim Kajian Teknis kabupaten.

Sejalan dengan itu pula berkenaan dengan penanganan permasalahan yang dilakukan yaitu:

Permasalahan dimasing-masing desa kec. Ampana Kota bahwa sampai saat ini TPK belum melaksanakan musy. Pertanggungjawaban dan serah terima pekerjaan 100% siklus 1 dan 2. Terkait penanganannya bahwa sudah dirapatkan dengan PP-K kec untuk ditindaklanjuti, dan FK sudah menindaklanjuti dalam rapat dengan FD masing-masing desa dan menekankan juga ke TPK desa untuk segera melaksanakan musyawarah.

Masalah berikut utamanya di desa Malotong dan Dondo Kec. Ampana Kota tentang pengadaan jamban untuk keluarga miskin, yang mana belum semua penerima manfaat tersebut menyelesaikan pemasangan closet serta material lainnya, dengan alasan belum punya dana untuk membayar tukang. Berkenaan dengan masalah tersebut penanganannya yaitu dimusyawarahkan kembali dan sudah disampaikan kepenerima manfaat bahwa jika sampai batas waktu yang telah disepakati belum selesai, maka material akan diambil dan diberikan pada penerima manfaat yang lain.

Desa Sansarino Kec. Ampana permasalahannya adalah pembangunan MCK, pemasangan keramik teras, plafon dan pengecatan belum selesai dikerjakan. Upaya penanganan masalah ini yaitu sudah disampaikan ke PP-K kec dan TPK desa diminta segera menyelesaikan semua pekerjaannya, dan untuk itu TPK siap untuk menyelesaikannya.

Kemudian masalah dimasing-masing desa Kec. Togian mengenai TPK desa belum memasukan laporan administrasi keuangan siklus 1 dan 2dan juga belum melaksanakan musyawarah pertanggungjawaban dan serah terima pekerjaan 100% siklus 1 dan siklus 2. Bentuk penanganan yang dilakukan yakni PP-K kec sudah menyurati kepala desa untuk menindaklanjuti ke TPK agar segera menyelesaikan laporannya serta segera melaksanakan musyawarah pertanggungjawaban.

3. Kab. Poso

Berkenaan dengan gambaran kemajuan kegiatan yang telah dicapai pada bulan Juni ’09 di kab. Poso dapat disajikan sebagai berikut:

Musyawarah Sektor Swasta 1a telah dilaksanakan pada tanggal 3 juni 2009

Musyawarah Kecamatan Sosialisasi pada 9 kecamatan telah selesai dilaksanakan

Identifikasi masalah potensi dan gagasan (IMPG) telah selesai dilaksanakan pada semua desa/dusun

Musyawarah desa penetapan kebutuhan pada 9 kecamatan telah selesai dilaksanakan

Musyawarah pemuda persiapan pada 9 kecamatan telah selesai dilaksanakan

Musyawarah kecamatan perengkingan telah selesai dilaksanakan di tiga kecamatan yaitu kec. Lore Selatan, Lore Tengah dan Pamona Utara

Pencairan DOK kec/kab tahun anggaran 2009 masih pada tahap I (40%)

Sejalan dengan itu dalam rangka pencapaian progress kegiatan dilapangan beberapa permasalahan yang muncul yang turut menjadi focus penanganan antara lain sebagai berikut:

Di kab. Poso masalah yang terjadi menyangkut tahapan dari kegiatan siklus 3 masih sangat lambat dari yang telah direncanakan, hal ini terjadi karena DOK baru bisa cair pada akhir mei 2009. Berkenaan dengan penangananan masalah tersebut yaitu telah dilakukan langkah-langkah percepatan dan adanya koordinasi dan dukungan dari semua pelaku.

Kec. Lore Tengah adanya permasalahan mengenai pergantian ketua UPK kec sehingga memerlukan waktu untuk peralihan tugas baik secara administrasi pencairan maupun pengurusan di bank kepada penggantinya. Maka untuk penaganan masalah tersebut FK telah melakukan pendampingan dan penguatan terhadap tupoksi UPK kepada ketua yang baru dan juga sudah diterbitkan SK tentang pergantian ketua UPK kec.

Kec. Pamona Utara, masalah yang muncul adalah banyaknya usulan/permasalahan dari hasil IMPG yang membutuhkan penanganan tetapi dana yang ada terbatas. Upaya penaganan yang dilakukan sehubungan dengan masalah tersebut yaitu telah diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang status dana BLM kec yang alokasinya terbatas disetiap kecamatan. Dan difahamkan juga bahwa kegiatan yang didanai oleh BLM tersebut adalah bagi kebutuhan masyarakat yang sangat prioritas.

Kec. Poso Pesisir Selatan terdapat permasalahan mengenai adanya pergantian pelaku didesa (FD) menjelang proses IMPG sehingga pelaksanaan kegiatan dimasyarakat lambat. Untuk hal itu penanganannya yakni FK telah melakukan pendampingan/penguatan terhadap tupoksi FD, sehingga diharapkan FD tersebut mampu dan maksimal dalam pendampingan program.

Kec. Poso Pesisir Utara terjadi permasalahan yang berupa adanya pergantian kepala desa sehingga proses pelaksanaan kegiatan didesa terhambat akibat perubahan jadwal kegiatan yang sudah direncanakan. Didalam upaya penanganan masalah diatas yaitu telah dilakukan perubahan jadwal kegiatan bersama dengan masyarakat yang mana waktunya menyesuaikan dengan kegiatan kemasyarakatan di desa.

4. Kab. Morowali

Berkenaan dengan progress kegiatan yang sudah dicapai sampai bulan Juni 2009 di kabupaten Morowali dapat kami uraikan secara singkat sebagai berikut:

Telah dilaksanakan Musyawarah Kecamatan Perengkingan di kec. Bahodopi

Proses kajian teknis teknis telah selesai dilaksanakan di kec. Bungku Barat dan kec. Menui Kepulauan

Kec. Bungku Tengah dan kec. Mamosalato kegiatannya sedang dalam proses kajian teknis

Penguatan Tim Desain telah dilaksanakan di kec. Bungku Tengah, Bungku barat dan Bungku Utara

Musyawarah Sektor Swasta (MSS) 1a telah dilaksanakan pada tanggal 23 juni 2009

Sejalan dengan itu pula, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan program dilapangan telah dilakukan upaya proses penanganan terhadap setiap masalah yang muncul dan proses yang dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut.

Ditingkat kabupaten terdapat masalah tentang Sosialisasi kab belum dilaksanakan, masih menunggu dana DOK dan PAP. Untuk penganan masalah ini yaitu sedang diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku terkait (TK Kab dan Satker) agar dapat disiapkan pendanaan untuk pelaksanaan musyawarah sosialisasi kabupaten.

Kec. Mamosalato timbul permasalahan mengenai TPK pemuda belum memasukan laporan penggunaan dana BLM tahap I ke UPK. Berkenaan dengan upaya penanganan yaitu sedang diupayakan dikoordinasikan dengan TPK pemuda dan diminta TPK pemuda segera memasukan laporan penggunaan BLM tahap I, dan juga dilakukan pendampingan oleh pendamping lapangan terhadap TPK tersebut dalam penyusunan laporannya.

Khusus desa Kolo Bawah dan desa Menyo’e Kec. Mamosalato bahwa Kegiatan fisik yang dikerjakan belum mencapai 100%. Dalam hal ini upaya penanganan yang dilakukan yaitu sedang dikoordinasikan dan juga diberikan motivasi agar TPK desa segera menyelesaikan pekerjaannya.

Kec.Bungku Utara, permasalahannya yakni adanya desa yang melakukan revisi volume kegiatan dengan berbagai pertimbangan. Terkait dengan penanganan yang dilakukan dalam masalah ini adalah sedang diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku-pelaku terkait atau masyarakat agar revisi volume kegiatan dimusyawarahkan dan dibuatkan berita acara revisi kegiatan dimaksud. Masalah lainnya adalah masalah implementasi yang mana camat belum bersedia menandatangani SPC DOK 2009, dengan asumsi bahwa dana DOK terlalu besar, dan sebaiknya sebagian dialihkan ke BLM kecamatan. Berkenaaan dengan penanganan masalah tersebut yaitu sedang diupayakan dikoordinasikan dan meminta KM Kab agar memfasilitasi dengan Camat untuk penyelesaian masalah tersebut. Yang mana diharapkan camat dapat memahami mekanisme program dan juga memahami status alokasi dana yang sudah dialokasikan oleh pemerintah ditiap-tiap kecamatan. Tetapi juga melalui konsultan akan menyampaikan kepada pelaku program di pusat tentang alokasi dana kecamatan yang terlalu besar yang tidak realistis dengan kondisi lokasi dan disertai data-data lokasi/kecamatan dimaksud.

Kec. Soyo Jaya masalahnya adalah belum semua TPK desa dapat mengerjakan administrasi keuangan dan pekerjaan yang sesuai standar dan format Program. Dalam permasalahan ini penanganan yang sedang dilakukan yaitu diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku terkait dan sehubungan dengan itu pula masih sangat dibutuhkan penguatan kapasitas menyangkut finansial dan manajemen bagi semua pelaku di kecamatan dan desa. Hal ini mungkin dapat ditindaklanjuti oleh fasilitator lapangan dalam penguatan melalui OJT dan atau bimbingan teknis langsung.

Desa Beteleme Kec. Lembo, terjadi masalah mengenai adanya pergantian Bendahara TPK desa. Untuk masalah ini sedang diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku program dan pemerintah desa agar segera dilakukan musyawarah pergantiannya.

Desa Uluanso Kec. Lembo yaitu masalah terjadinya pergantian sekeretaris dan bendahara TPK desa. Dalam penanganan masalah tersebut yaitu sedang dikoordinasikan dengan pelaku program dan pemerintah desa agar segera dilakukan musyawarah pergantiannya.

Kec. Bungku Barat masalah yang dihadapi tentang Tim Kajian Teknis sangat kesulitan mengumpulkan data sekunder desa. Upaya penanganan yang dilakukan adalah sedang dikoordinasikan dengan pelaku terkait dan pemerintahan desa agar proses pengambilan data yang dibutuhkan lebih mudah dilakukan.

Kec. Bahodopi, ada beberapa masalah yang muncul yaitu masalah tentang data usulan tidak sesuai dengan hasil pengukuran tim desain. Penanganan yang dilakukan terhadap masalah tersebut adalah telah dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan masyarakat agar dilakukan perbaikan sesuai ketentuan, dan hal itu juga sudah diperbaiki oleh Tim Desain dan RAB. Kemudian masalah Kegiatan fisik belum selesai 100%. Hal ini juga sedang diupayakan dikoordinasikan dengan TPK desa agar pelaksanaan pekerjaan secepatnya diselesaikan sesuai target waktu yang diberikan. Selanjutnya masalah laporan pertanggungjawaban belum selesai dibuat oleh TPK desa. Penanganan masalah ini sudah dikoordinasikan dengan TPK desa agar laporan segera diselesaikan dan sekarang ini sedang dikerjakan dengan bimbingan pendamping lapangan.

Kec. Menui Kepulauan, terdapat juga beberapa permasalahan seperti masalah kurangnya rasa tanggung jawab pelaku-pelaku program di kecamatan. Berkenaan dengan penanganan yang dilakukan untuk masalah tersebut adalah sedang diupayakan dikoordinasikan dengan pelaku-pelaku yang terkait (kec & kab), karena sangat diharapkan pelaku-pelaku yang ada harus mendukung penuh kegiatan di kecamatan. Masalah berikut adalah di Kel. Ulunambo Kec. Menui Kepulauan bahwa pekerjaan fisik tidak sesuai RAB. Untuk penanganan masalah tersebut sedang diupayakan dikoordinasikan dengan dengan pelaku-pelaku terkait serta TPK desa, dan diminta kepada TPK desa agar benar-benar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan dasar desain dan RAB yang ada. Dan Desa Padala Kec. Menui Kepulauan permasalahannya adalah Kurang harmonisnya hubungan antara kades dengan TPK desa. Maka berkenanaan dengan kejadian tersebut penanganan yang dilakukan yaitu sedang dikoordinasikan dengan pelaku-pelaku yang terkait (TPK & kades) dan pelaku lainnya agar diupayakan tercipta kembali kelancaran komunikasi antara pelaku tersebut dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan (Abdul Razak, HCU SUlteng)

%d bloggers like this: