Sinergi Program

Malaria merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi ancaman, Malaria juga tergolong  penyakit reemerging desease (pe­nyakit yang tiba-tiba mengalami peningkatan) yang sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah yang sejak lama tidak ditemukan kasus malaria. Hal tersebut dapat terjadi karena lemahnya system kewaspadaan dini serta perencanaan pemberantasan malaria yang dilakukan tidak secara tepat dan berkesinambungan.

Di Indonesia pengukuran kecepatan kejadian penyakit malaria adalah Annual Malaria Insidence (AMI) atau angka malaria klinis dimana standar pengukuran dibagi atas 3 Klasifikasi  yaitu :

  1. High Insidence Malaria ( HIA) Daerah Tinggi malaria ≥ 50 %0
  2. Medium Insidence Area (MIA) Daerah Sedang malaria  = 10 – 50 %0
  3. Low Insidence Malaria ( LIA) Daerah Rendah malaria ≤ 10 %0

Di Sulawesi Tengah Annual Malaria Insidence (AMI) masih mencapai 30 %0 atau berada didaerah sedang kasus malaria klinis sedangkan di kabupaten Tojo Una Una dari tahun 2005 sampai tahun 2008 masih termasuk pada Daerah Tinggi Malaria adalah :

No. Tahun AMI
1 2005 89  (Per Seriu Penduduk)
2 2006 86
3 2007 82
4 2008 63

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam 10 penyakit terbesar. Penyakit malaria yang ada di wilayah Kabupaten Tojo Una Una berada diurutan teratas ( Urutan 1 – 3 ) di setiap puskesmas. Hal ini tentu harus mendapat perhatian yang serius dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria.

Kehadiran PNPM Mandiri DTK atau P2DTK merupakan salah satu momentum untuk melakukan pemberantasan Penyakit Malaria maka coba dibangun suatu komitmen kewilayahan (regional planning) untuk memberantas malaria dengan gerakan Roll Back Malaria (RBM) dengan strategi penggalangan kemitraan.

Strategi pelaksanaan kegiatan pemberantasan Malaria dilakukan secara terpadu. Kegiatan kelambunisasi (kelambu gratis pada KK Miskin ) merupakan pilihan kegiatan yang dilakukan oleh dinas kesehatan guna mendukung terciptanya Tojo Una Una bebas malaria. Pembagian Kelambu secara gratis dilaksanakan di 8 kecamatan yakni Kecamatan Togean (kepulauan) sebanyak 500 Buah, Kecamatan Walea Besar (kepulauan) sebanyak 50 Buah, Kecamatan Walea Kepulauan sebayak 100 Buah, Kecamatan Ampana Tete sebanyak 200 Buah, Kecamatan Tojo sebanyak 50 Buah, Kecamatan Tojo Barat sebanyak 150 Buah dan Kecamatan Ulubongka sebanyak 150 buah. Selain itu kegiatan biological control juga dilakukan dengan bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan dengan cara pemberian ikan pemakan jentik serta pemanfaatan rawa untuk dijadikan tambak ikan sehingga penularan nyamuk dapat ditekan.

Kesadaran, pengetahuan serta peran Masyarakat merupakan salah satu titik kunci dalam rangka pemberantasan penyakit malaria dengan mempertimbangkan hal ini sehingga dipandang perlu dilakukan penyuluhan dalam rangka penguatan kepada masyarakat bahkan seluruh stakeholder untuk berperan dalam pemberantasan penyakit malaria untuk menjawab kebutuhan ini Melalui PNPM Mandiri – DTK digagas kegiatan Sosialisasi Gebrak Malaria yang dilaksanakan di ibukota Kabupaten dan Pencanangan Gebrak Malaria yang dilaksanakan di Desa Lebiti, Kecamatan Togean.
Kegiatan Sosialisasi Gebrak Malaria dilaksanakan dengan tujuan :

1.  Peserta memahami kebijakan program P2 Malaria
2. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang Sistem  Kewaspadaan Dini KLB Malaria.
3. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang Pengobatan dan Pencegahan penyakit Malaria.
4. Meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan kasus Malaria.

Pencanangan Gebrak Malaria dilaksanakan dengan tujuan :
1. Menciptakan momentum pemberantasan Penyakit Malaria
2. Mengajak Masyarakat dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama dalam pemberantasan Penyakit malaria.

Dari kegiatan tersebut kemudian Dinas Kesehatan merencanakan melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Malaria untuk wilayak kepulauan, hal ini untuk mendukung rangkaian kegiatan dalam upaya pemberantasan penyakit Malaria di Kabupaten tojo Una-Una. Dengan adanya sinergisitas ini diharapkan agar tahun 2015 diharapkan Tojo Una Una terbebas dari penyakit Malaria.

Tabel Kegiatan dan Sumber Biaya

No. Kegiatan Sumber Dana
Volume
Jumlah Dana
1 Sosialisasi Gebrak Malaria
PNPM- M DTK (TA.2007)
1 Kali/Lokasi
Rp. 54. 658.250
2 Pencanangan  Gebrak Malaria PNPM- M DTK (TA.2007) 1 Kali
Rp. 44.918.850
3 Kelambunisasi Dinas Kesehatan Provinsi 1000 Buah
Rp. 200.000.000
4 Kelambunisasi Dinas Kesehatan Tojo Una-Una 200 Buah Rp. 40.000.000
4 Bibit Ikan Pemakan Jentik Nyamuk Dinas Perikanan dan Kelautan

(Oleh. Syarifuddin, KM Kesehatan Tojo Una-una)

1 Comment

  1. gazali ibrahim said,

    August 21, 2009 at 11:27 am

    thanks infonya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: