Sinergi Program PNPM-DTK Dengan Musrenbang Reguler Kab. Banggai

SINERGI PROGRAM

Pemerintah, sebagai ‘agen perubahan’ dapat menerapkan kebijakan pemberdayaan masyarakat miskin dengan tiga arah tujuan, yaitu enabling, empowering, dan protecting. Enabling maksudnya menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat untuk  berkembang. Sedangkan empowering, bertujuan untuk memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh rakyat dengan menerapkan langkah-langkah nyata, yakni dengan menampung berbagai masukan dan menyediakan prasarana dan sarana yang diperlukan. Protecting, artinya melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Untuk meningkatkan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut diri dan masyarakatnya merupakan unsur yang penting. Dengan sudut pandang demikian, maka pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi

Akan halnya yang dilaksanakan dikabupaten Banggai pada proses perencanaan yang dilaksanakan pada program PNPM DTK atau biasa disebut P2DTK, dimana proses tersebut  dilaksanakan secara berjenjang dari dusun, desa kecamatan hingga tahap dilakukannya proses kajian teknis ditingkat kabupaten dimana masalah, potensi dan gagasan yang bersumber dari masyrakat secara umum tidak hanya bersumber dari masyarakat tingkat ELIT. Implikasi dari pola perencanaan tersebut adalah didapatkannya usulan-usulan yang benar –benar dibutuhkan masyarakat secara umum. Tahapan perencanaan selanjutnya yaitu Musyawarah Kabupaten Perengkingan dimana .pada proses ini dihadiri oleh semua komponen masyarakat dikabupaten sesuai syarat yang  di muat didalam aturan Program PNPM Mandiri DTK, Output dari tahapan ini adalah didapatkannya longlist kegiatan yang prioritas untuk dilaksanakan. Namun karena keterbatasan dana yang dialokasikan pada BLM Kabupaten menyebabkan tidak semua daftar yang ada didalam Longlist bias terdanai. Kegiatan yang ada didalam longlist hasil musyawarah perengkingan tahun 2009 yang belum terdanai diajukan ke musrenbang kabupaten pada musrenbang kabupaten.  Pada tahun 2010 kegiatan pembangunan perpustakaan hasil musyawarah perengkingan pada tahun 2009 yang diajukan pada musrenbang sebahagian sudah didanai dengan menggunkan dana DAK 2010, dan untuk pembangunan dan Rehab gedung sekolah juga sudah dialokasi menggunakan dana DAK pada tahun 2011. Sehingga semua sisa perengkingan tahun anggaran 2009 untuk BLM kabupaten Banggai semua akan dilaksanakan dengan menggunakan dana DAK 2011. ( oleh Irmayanti Sibay. Satker Kabupaten Banggai)

1 Comment

  1. elip said,

    December 29, 2011 at 12:29 am

    Tulisan yang bagus. Semoga “pelajaran” yang diperoleh dari P2DTK bisa menular ke teman-teman lain di bappeda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: