KegiatanPendidikan

Serah Tertimah Peserta MAgang
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Poso berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten antara lain melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Dearah Tertinggal dan Khusus (PNPM-DTK) atau yang dikenal dengan P2DTK (Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus). Pelaksanaan P2DTK ini bertujuan antara lain Membantu Pemerintah Daerah dalam mempercepat Pemulihan dan pertumbuhan sosial ekonomi daerah tertinggal dan khusus, Pemerintah Kabupaten Poso menyadari bahwa untuk menghasilkan tenaga pengajar yang profesional perlu ada sistem pembinaan karier yang baik, tersistem, dan berkelanjutan. Sehingga tenaga pengajar mampu melakukan pembelajaran secara efektif.. Bagaimana ciri-ciri guru yang efektif ? Menurut Margaret A. Thomas dan Gary A. Davis ada empat kelompok besar ciri-ciri guru yang efektif : Read the rest of this entry »

Advertisements

Akhirnya Datang Juga

ana10“Behind the Classroom Doors” Ini adalah judul dari hasil penelitian bapak John Goodlad beliau adalah seorang tokoh pendidikan Amerika Serikat , didalam penelitiannya beliau menyebutkan bahwa ketika para guru telah memasuki ruang kelas dan menutup pintu-pintu kelas itu, maka kualitas pembelajaran akan lebih banyak ditentukan oleh guru. Jika menyimak dari hasil penelitian tersebut Tentu kita berfikir apa yang dilakukan guru didalam kelas !. Mampukah mengajar dengan baik ? Apakah tidak menjadi sosok yang membosankan dimata siswa siswinya ?. Teringat ketika melakukan monitoring kegiatan BLM Kabupaten Bidang Pendidikan Pelaksanaan Pelatihan Guru Mata pelajaran bahasa indonesia, Matematika dan IPa menggunakan metodologi Pakem (Pengajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. ) di kabupaten Poso. Salah seorang guru Ibu Lussiana (Lussiana Y.Gafur) Sangat terharu dengan adanya pelaksanaan kegiatan tersebut pasalnya selama 20 tahun ibu Lussiana menjadi guru baru kali ini mengikuti pelatihan (Penataran istilah Ibu Lussiana ), Dengan terisak Ibu Lussiana menceritakan pengalamnnya sambil membandingkan apa yang sudah didapatkan selama mengikuti pelatihan ini, Menurutnya metode belajar yang dilakukan selama ini ternyata jauh dari metode pakem, misalkan pembelajaran dilakukan terpusat pada guru sebagai pengajar sehingga siswa siswi hanya menerima informasi sementara pada metode pakem diharapkan siswa siswi membangun pemahaman melalui pengalaman empiris. Tentu masih banyak guru guru yang seperti ibu Lussiana di luar sana, Paling tidak dengan adanya kegiatan pelatihan yang dilakukan melalui PNPM Daerah tetinggal dan khusus ini bisa mengangkat kualitas guru yang mengikuti pelatihan ini meliputi kemampuan :

  • Menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif
  • Memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode-metode pengajaran.
  • Memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan dan mengembang-kan metode pengajaran yang relevan

Ada hal lain yang unik  dalam pelaksanaan pelatihan ini yaitu semua peserta wajib tidur dihotel, setiap kamar diperuntukkan untuk dua orang satu muslim dan satu non muslim hal ini dilakukan dalam rangka membangun komunikasi dan menjalin kekerabatan dan kebersamaan. (an.PMC)